Friday, September 17, 2010

Building a better communication with your children

In the past 2 weeks my husband and I really have a hard time talking and educating our son. We see that the older he is, the stronger his rejection towards anything we say and the more difficult to deal with his emotion. Instead of getting him to do like what we want him to do, we would end up fighting or arguing with him because we loose our temper and our coolness. 

We love our son very much and we want the best of everything for him. We want to raise him to be a better person than we are. But then, we were so clueless and hopeless. I always ended up crying at night because I just feel so bad if I have to scream at him all the time. I loose my voice and he will still not listen to me and even resist me stronger. 

As usual, when I am loosing my hope, God comes to the rescue. I received a small booklet today from my son's school about how parents can improve the communication with their children. The booklet uses the book How to Talk So Kids Will Listen & Listen So Kids Will Talk by Adele Faber and Elaine Mazlish as the reference.

Oh thank you, God! This is exactly what I urgently need for I have completely lost my way to talk to my son. The booklet has every information I need and it is presented in funny pictures that makes it easy to relate to each situation I experience. The language is very simple too. The examples are real so I can understand easily how I would react the next time I am faced with the same situation. There is a practice section too in where I can fill in the blank with the right and proper word to say to make sure that my kids will listen to my words.

I am really grateful that I got that booklet today. That means I can start to learn to build better ways to communicate with my son before the anger and the emotion destroy everything. I think every parent should really know the way to properly communicate with their children so that they can have a wonderful relationship with their children all the time. For the children, they will have a very good memory about their parents because their parents have become their best friends too. I recommend to every parent to read How to Talk So Kids Will Listen & Listen So Kids Will Talk by Adele Faber and Elaine Mazlish. As parents, we need to have a clear guideline on how to win over our children. We have to initiate the good and proper way to talk and to listen so that our children can see and follow our path. This is important because just as James Baldwin said,
"Children have never been very good at listening to their elders, but they have never failed to imitate them."

Tuesday, September 07, 2010

Nama untuk warga dunia

Keluarga kecil saya terdiri dari berbagai macam kewarganegaraan. Saya orang Indonesia yg menikah dengan orang Malaysia keturunan cina. Ke 2 anak kami pun berbeda kewarganegaraan; yang besar berwarganegara New Zealand, dan yang kecil berwarganegara Malaysia.

Seperti umumnya orang Indonesia, saya tidak punya family name. Family name saya dapat dari family name suami saya setelah saya menikah. Nama asli saya (given name) pun tidak berbau Indonesia.

Sedangkan suami saya, meskipun dia keturunan cina, dia tidak memakai nama cina. Namanya lebih berbau international seperti kebanyakan nama orang America/Eropa. Cuma family namenya saja yang menggunakan nama cina.

Anak-anak kami dinamai berdasarkan film yang kami berdua suka. Supaya adil, kami berdua memberi nama anak2 kami. Anak pertama , nama pertamanya (first name) saya yang kasih. Namanya sama dengan bintang film ganteng idola saya...:) Nama tengahnya (middle name) yang memberi nama suami saya. Berhubung dia tidak terlalu kreatif dan tidak siap, dia ambil dari nama tengahnya sendiri.

Untuk anak ke 2, kebalikannya, first namenya yang kasih nama adalah suami saya. Suami saya mengambil nama leading lady di film kesukaannya untuk first name anak kedua kami. Middle namenya saya yang kasih. Nama tengahnya saya ambil dari nama karakter di film kesukaan saya.
Nama keluarga harus diberi mengikuti nama keluarga suami saya.

Nama anak-anak kami pun tidak terlalu aneh-aneh dengan pertimbangan karena kami keluarga United Nations dan kemungkinan untuk travelling keliling dunia cukup tinggi. Jadi, nama anak-anak harus mengikuti template nama di passport supaya mudah dibaca dan diterima di seluruh dunia.

Sebagai orang Indonesia yg tidak punya family name, saya sudah tahu bagaimana repotnya kalau berurusan dengan imigrasi terutama di luar Indonesia. Ditambah lagi nama saya sama sekali tidak berbau Indonesia. Kalau sudah keluar Indonesia, tidak ada orang percaya kalau saya orang Indonesia. Orang asing mengira saya orang Fiipina karena nama dan wajah saya yang seperti kebanyakan orang Filipina.

Sebelum saya menikah, agar saya dapat membuat passport, saya harus menciptakan nama keluarga (last name/family name). Tapi berhubung di akte kelahiran pun tidak ada nama keluarga, jadi yg ada nama baptis lah yg dipakai untuk last name karena kebetulan saya menempatkan nama baptis saya diurutan belakang.
Setelah saya menikah, saya harus mengganti susunan nama saya agar sesuai dengan template passport di seluruh dunia. Suami saya yang membantu menyusun ulang nama saya agar saya punya first name, middle name, dan family name. Akhirnya, sampai sekarang saya memakai nama yang baru tersebut.

Berdasarkan pengalaman pribadi, saya tidak mau anak-anak saya mengalami kesulitan di masa depan dengan nama mereka. Jadi saya dan suami saya sepakat memberi nama yang mudah diterima oleh masyarakat dunia. Saya dan suami pun sepakat untuk tidak menambahkan nama cina untuk anak-anak kami dengan pertimbangan yang sama. Kami berharap agar anak-anak kami dapat memiliki kesempatan lebih luas di bagian negara manapun tanpa harus pusing dengan nama mereka dan kami juga tidak ingin mereka dikategorikan dalam salah satu kelompok masyarakat di dunia.

Bagaimana dengan anda? Pertimbangan apakah yang anda ambil ketika memberi nama anak-anak anda?